BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 07 Januari 2011

Kenali 11 Tanda Depresi



Kondisi depresi yang didiamkan berkepanjangan bisa berakibat fatal. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah, adanya keinginan atau hasrat untuk bunuh diri.


Untuk itu Anda harus mengetahui apakah Anda benar-benar menderita depresi akut atau hanya stres biasa. Perbedaan keduanya bisa dilihat dari durasi dan tekanan yang dialami.

Untuk depresi, biasanya durasi bisa mencapai lebih dari dua minggu, dan tekanannya lebih tinggi sehingga bisa membuat seseorang sulit melakukan aktivitas sehari-hari.

Berikut 11 gejala depresi yang harus diketahui, seperti dikutip dari Care2.com. Jika Anda atau orang terdekat mengalaminya, karena masalah apapun, sebaiknya segera konsultasi dengan psikolog atau psikiater, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


1. Terus menerus merasa gelisah, cemas, dan kosong.

2. Merasa tidak memiliki harapan, tidak berharga, tidak tertolong dan kehilangan kepercayaan diri.

3. Sering menangis tiba-tiba.

4. Rasa sensitif, emosi dan gelisah yang semakin meningkat.

5. Selalu merasa lelah dan kekurangan energi.

6. Kehilangan ketertarikan pada hobi dan kesukaan yang dulu sering dijadikan hiburan.

7. Kesulitan konsentrasi, mengingat hal detail dan membuat keputusan.

8. Tidur terlalu banyak atau sebaliknya tak pernah cukup tidur karena tak bisa tidur.

9. Kehilangan nafsu makan atau sebaliknya, depresi dilampiaskan melalui makanan sehingga makan jadi berlebihan.

10. Pernah mengutarakan keinginan atau setidaknya terpikir mengakhiri hidup atau bunuh diri.

11. Rasa nyeri seperti sakit kepala, kram, masalah pencernaan yang terus menerus. Tetapi pengobatan medis tidak cukup efektif untuk mengatasinya.


sumber : vivanews.com

Herbal: Ciplukan

img Deskripsi:
Ciplukan (Physalis minina) merupakan tumbuhan liar. Ciplukan tumbuh subur di dataran rendah sampai ketinggian 1550 meter dpl. Ciri khas dari tumbuhan ini bunganya berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis. Ciplukan digunakan sebagai obat trasional untuk berbagai macam penyakit.

Kandungan:
- Chlorogenik acid
- asam sitrun dan fisalin
- flavonoid
- saponin
- polifenol

Khasiat:

Secara tradisional, ciplukan dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit, antara lain:
- menyembuhkan diabetes
- menyembuhkan borok
- batuk
- bisul
- kencing manis
- pembengkakan prostat
- menyembuhkan sakit paru-paru
- menyembuhkan epilepsi


sumber: detikhealth.com

Jangan Menimbun Kaleng Bekas di dalam Tanah

img Iklan layanan masyarakat 3 M (Mengubur, Menutup dan Menguras) untuk penecegahan demam berdarah salah satunya menganjurkan menimbun kaleng dan plastik bekas di dalam tanah. Tapi ternyata anjuran ini bisa menimbulkan efek jangka panjang bagi kesehatan.

"Anjuran seperti itu tidak dipikirkan secara komprehensif dampaknya. Untuk sementara waktu kaleng atau plastik ini memang bisa mencegah genangan air, tapi bisa menimbulkan masalah baru lagi.

kaleng-kaleng dan plastik yang ditimbun dalam tanah ini akan sulit sekali terurai, sehingga memicu terjadinya korosif atau karat. Kaleng yang korosif ini akan mengandung beberapa logam berat yang nantinya bisa terbawa ke dalam air tanah.

"Senyawa logam berat seperti magnesium atau kalium dari kaleng yang berkarat tersebut akan turun ke tanah, tergerus oleh air dan mencemari air tanah. Padahal air tanah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah air tanah permukaan dan bukan air tanah dalam," ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa logam-logam berat seperti magnesium atau kalium yang berasal dari kaleng berkarat tersebut umumnya tidak bisa dicerna oleh tubuh dan akan tertimbun, seperti halnya kalium yang bisa mengendap di tulang.

ketika kaleng-kaleng tersebut ditimbun di dalam tanah, maka ia akan bersentuhan dengan kandungan asam yang terdapat di tanah. Asam-asam tersebut akan bereaksi dengan kaleng dan menimbulkan karat.

Untuk kaleng yang terbuat dari alumunium mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berkarat. Tapi jika kaleng yang biasa, maka waktunya sangat cepat bahkan dalam waktu satu hari kaleng tersebut sudah berkarat.

Lalu bagaimana mengatasi masalah sampah kaleng dan palstik bekas?

cara yang bijak adalah dengan mengumpulkan ke satu tempat lalu diolah. Sekedar informasi, pemulung sampah biasanya sangat senang jika diberikan kaleng-kaleng bekas karena bisa dijual lagi.

"Kalau di negara-negara lain biasanya kaleng-kaleng tersebut dikumpulkan lalu diolah atau didaur ulang kembali, sehingga tidak menimbulkan masalah baru lagi. Untuk itu harus ada kajian lagi apakah tindakan tersebut efektif atau tidak.


sumber :detikhealth.com

Bila Telinga Tiba-tiba Berdenging

img
Telinga tiba-tiba berdenging mungkin sering dialami beberapa orang. Meski tidak parah, tapi kondisi ini bisa sangat mengganggu terutama saat sedang sibuk beraktifitas. Apa penyebabnya?

Telinga yang tiba-tiba berdenging dikenal dalam dunia medis dengan tinnitus, gejala karena adanya masalah di telinga atau otak. Sekitar 10 hingga 15 persen populasi di dunia sering mengalami kondisi ini.

Tinnitus merupakan denging atau jenis suara yang tampaknya berasal dari telinga atau kepala. Dalam banyak kasus tinnitus bukan masalah serius, tetapi lebih merupakan suatu gangguan yang akhirnya bisa diatasi.

Meski tinnitus tidak ada obatnya untuk berbagai penyebab, tetapi perawatan dan penanganan yang baik dapat membantu mengelola kondisi tersebut.

Denging tiba-tiba di telinga tersebut sering terdengar seperti dering telepon atau suara lainnya seperti mendesis, bersiul, berdengung atau menderu. Orang yang menderita ini bisa mendengar suara denging dengan nada tinggi atau rendah.

Dilansir Livestrong, tinnitus bisa terjadi karena berbagai alasan, antara lain:
  1. Kerusakan pada rambut-rambut kecil di telinga
  2. Penyakit Meniere, yaitu kelainan karena adanya tekanan cairan di telinga bagian dalam, biasanya disertai dengan vertigo (sakit kepala serasa berputar).
  3. Overdosis obat seperti aspirin
  4. Gangguan pembuluh darah di telinga
  5. Gangguan pendengaran
  6. Suara keras
  7. Adanya infeksi pada telinga

Tidak ada pengobatan khusus untuk tinnitus. Terkadang penyakit ini hilang dengan sendirinya atau bahkan sebaliknya merupakan cacat permanen.

Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, pada penderita tinnitus kronis, alat bantu dengar, implan koklea dan konseling dapat membantu meningkatkan nada suara dan meringankan tinnitus yang dideritanya.


sumber : detik.com

Minuman Tinggi Kafein Ganggu Kecerdasan

Dalam jumlah sedang kafein memang bisa meningkatkan konsentrasi, membuat kita lebih sigap dan mampu melawati tantangan sulit. Namun manfaat tersebut terus berkurang seiring dengan banyaknya jumlah kafein yang diasup.

Minuman berenergi, yang biasanya mengandung kafein konsentrasi tinggi yang diminum secara berlebihan akan membuat tubuh menjadi mengantuk seperti efek minuman beralkohol.

Dalam sebuah penelitian, mahasiswa yang diberi minuman berkafein dosis rendah (setara dengan setengah kaleng minuman energi), memiliki respon yang tinggi pada hasil tes yang membutuhkan respon cepat dalam layar komputer.

Namun ketika dosis kafein yang ditingkatkan, mereka justru merespon dengan lambat. Para partisipan dalam studi juga mengatakan secara mental merasa over stimulasi dan mengantuk setelah minum.

"Tidak sedikit minuman energi yang juga mengandung alkohol. Karena itu jika dikonsumsi berlebihan efeknya bisa merugikan fungsi kognitif dan mengurangi kewaspadaan," kata Cecile A.Marczinski, peneliti dari Northern Kentucky University.

Penelitian dilakukan terhadap 80 mahasiswa berusia 18-40 tahun. Untuk mengetahui dampak dari kafein, para partisipan diberikan minuman berenergi dan sisanya diberi minuman non kafein.

Konsumsi berlebih minuman tersebut juga bisa menyebabkan jantung berdebar sangat cepat akibat asupan kafein yang melebihi jumlah yang dianjurkan.


sumber : kompas.com

Warnai Plastik dengan Karbon Dioksida

Karbon dioksida (CO2) bisa dimanfaatkan untuk pembuatan lensa kontak berwarna serta plastik antibakteri. Para peneliti dari Fraunhofer Institute for Environmental, Safety, and Energy Technology UMSICHT di Oberhausen, Jerman, berhasil menggunakan CO2 sebagai bahan perantara untuk mengisi plastik dengan bahan kimia tertentu.

Prinsip yang digunakan sederhana. Pada temperatur 30,1 derajat celsius dan tekanan 73,8 bar, CO2 akan mencapai kondisi superkritis. Dalam kondisi itu, CO2 bisa berguna sebagai gas yang melarutkan bahan kimia lain sehingga bisa dimanfaatkan untuk menambahkan bahan kimia pada plastik.

Jika ingin mewarnai plastik, misalnya, Manfred Renner menjelaskan, "Kita memompa CO2 ke dalam kontainer bertekanan tinggi yang berisi plastik yang akan ditambahi bahan kimia. Lalu, kita meningkatkan temperatur dan tekanannya hingga gas mencapai kondisi superkritis."

Renner melanjutkan, "Pada tekanan tinggi, semua pigmen warna akan larut dan berdifusi ke plastik." Proses tersebut hanya berlangsung beberapa menit. Ketika kontainer dibuka, gas menguap, tapi warna akan tetap berada di plastik. Akhirnya, plastik pun bisa diolah menjadi berbagai macam produk.

Peneliti mengungkapkan bahwa proses yang sama bisa dilakukan untuk menambahkan senyawa antibakteri pada plastik. Berdasarkan eksperimen para ilmuwan tersebut, plastik yang telah ditambah dengan bahan antibakteri bisa membunuh E coli secara langsung.

Penggunaan karbon dioksida ini, menurut ilmuwan, sangat potensial karena murah, tak berbahaya, dan tak mudah terbakar. "Cara kami bisa memungkinkan pembuatan komponen plastik bernilai tinggi, seperti yang digunakan untuk produk seperti telepon seluler," kata Renner.

Proses tersebut juga bisa digunakan untuk mewarnai lensa kontak. Penambahan bahan kimia tertentu bahkan bisa dilakukan, misalnya bahan bersifat obat yang terus-menerus berinteraksi dengan mata. Ini bisa bermanfaat bagi penderita glaukoma.


sumber : kompas.com

5 Tanda Tubuh Perlu Antibiotik

Sering kali ketika tubuh memberikan sinyal sakit seperti hidung tersumbat, batuk, atau tenggorokan sakit, kita langsung mencari si obat super, antibiotik.

Antibiotik memang sangat efektif membunuh bakteri (selama obatnya cocok dengan jenis bakterinya). Namun, 90 persen infeksi pernapasan, seperti flu, disebabkan oleh virus. Penyakit virus adalah penyakit yang sembuh sendiri dalam 5-7 hari.

"Kebanyakan infeksi saluran pernapasan atas disebabkan virus, hanya sedikit saja yang disebabkan bakteri. Bahkan hanya 2 persen dari infeksi sinus yang ditimbulkan bakteri dan perlu antibiotik," kata Lauri Hicks, Direktur Medis Center for Disease Control and Prevention.

Banyak kerugian yang dihadapi akibat pemakaian antibiotik berlebihan atau irasional. Yang paling utama adalah meningkatnya resistensi terhadap bakteri dan terbunuhnya kuman yang baik dan berguna di dalam tubuh. Tempat yang semula ditempati bakteri baik ini akan diisi bakteri jahat atau disebut bakteri super karena bakteri yang tidak terbunuh akan bermutasi menjadi kuman yang resisten.

Kebanyakan infeksi bakteri memang memerlukan antibiotik. Sayangnya agak sulit membedakan infeksi virus dengan infeksi bakteri hanya berdasarkan gejalanya saja. Secara umum ini adalah lima indikasi kapan kita perlu antibiotik.

1. Demam
Apabila Anda mengalami demam, gemetar, dan menggigil, besar kemungkinan Anda terinfeksi bakteri. Tetapi, gejala ini juga sering diakibatkan oleh virus flu. Oleh karena itu, menurut Dr Frank Esper, ahli penyakit infeksi anak, jika di sekitar lingkungan Anda banyak yang sedang terjangkit flu, dokter tidak akan memberikan antibiotik.

2. Lamanya sakit
Infeksi virus yang berlangsung terlalu lama bisa berkembang menjadi serius dan mengundang bakteri, misalnya infeksi sinus. Indikasi pemberian antibiotik adalah jika batuk dan pilek sudah berkelanjutan selama lebih dari 10-14 hari dan terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam dan pagi hari saja).

3. Warna lendir hijau
Sekresi saluran napas akibat infeksi virus seharusnya encer dan bening. Jika cairan hidung sudah berwarna hijau dan kental, itu adalah tanda infeksi bakteri. Namun, sering kali perubahan warna dahak dan ingus menjadi kental dan kehijaun ini merupakan perjalanan klinis ISPA karena virus. Itu sebabnya, gejala ini bukan indikasi utama pemberian antibiotika.

4. Sakit tenggorokan
Meski tenggorokan berwarna merah dan nyeri saat menelan, dokter akan mencari tanda bercak putih sebagai petunjuk adanya bakteri sebelum meresepkan antibiotik. Kebanyakan gejala flu diawali dengan sakit tenggorokan, namun nyeri tenggorokan yang tidak diikuti dengan gejala flu lainnya bisa jadi tanda infeksi bakteri.

5. Tes lab
Membawa contoh dahak atau cairan hidung ke laboratorium memang cara yang efektif untuk mengetahui ada-tidaknya bakteri. Namun, kultur bakteri ini membutuhkan waktu sedikitnya dua hari dan tentu saja memakan biaya. Oleh karena itu, biasanya dokter tidak meminta tes ini, kecuali Anda dicurigai terkena infeksi tifus.


sumbert; kompas.com